10 Merek HP Korea Utara yang Jarang Diketahui Dunia
10 Merek HP Korea Utara yang Jarang Diketahui Dunia – Pasar ponsel Korea Utara memang bukan sesuatu yang bisa diakses publik global. Tidak ada iklan besar, tidak ada rilis tahunan, tidak ada bocoran render yang berseliweran di media sosial. Namun, itulah daya tariknya bagi beberapa orang. Mereka yang tertarik pada perangkat dari ekosistem tertutup, regulasi digital ekstrem, hingga perkembangan teknologi dalam negara yang serba terbatas, pasti melihat ponsel Korea Utara sebagai objek studi yang unik.
Artikel ini menyajikan daftar lengkap sepuluh merek ponsel Korea Utara beserta konteks teknologinya, ditulis khusus untuk audiens yang ingin memahami lebih dalam bagaimana sebuah negara membangun industri mobile-nya sendiri dalam lingkungan yang sangat terbatas.
10 Merek HP Korea Utara yang Jarang Diketahui Dunia :
1. Arirang
Arirang adalah merek paling terkenal dan sering dijadikan etalase teknologi Korea Utara. Perusahaan di baliknya mengklaim mampu memproduksi ponsel sendiri, meski sebagian besar komponennya diyakini berasal dari pabrik mitra di Tiongkok. Arirang dikenal karena memakai sistem Android yang sudah dimodifikasi ketat, menyediakan aplikasi bawaan lokal, serta fitur keamanan berlapis yang dirancang untuk menjaga kontrol pemerintah atas aktivitas digital warganya.
Model seperti Arirang 1201 hingga 221 sempat terlihat di berbagai liputan media lokal. Meskipun desainnya sederhana, merek ini dianggap sebagai standar ponsel kelas menengah versi Korea Utara.
2. Madusan
Madusan berada di bawah konglomerat teknologi lokal dan sempat merilis model Madusan 222. Meskipun jumlah produknya tidak banyak, keberadaan Madusan penting karena sering muncul sebagai alternatif bagi pengguna yang ingin ponsel sederhana namun dengan harga lebih terjangkau. Madusan mewakili kelas ponsel domestik yang tidak mengejar fitur premium, melainkan sekadar memenuhi kebutuhan komunikasi utama.
3. Chongsong
Masih satu grup dengan Madusan, Chongsong muncul sebagai merek rebranding dari Madusan 222, kemudian menghadirkan model Chongsong 234. Strategi ini menunjukkan pola produksi Korea Utara yang mengutamakan efisiensi: satu desain perangkat bisa dijadikan dua merek berbeda untuk kebutuhan distribusi yang lebih fleksibel.
Bagi pengamat industri tertutup, fenomena seperti ini menarik karena jarang terjadi di negara dengan pasar terbuka.
4. Pyongyang
Merek Pyongyang diproduksi oleh Checom Technology, sebuah perusahaan yang disebut-sebut juga membuat perangkat elektronik lain untuk kebutuhan domestik. Ponsel Pyongyang relatif populer di kalangan pengguna lokal. Karakteristiknya mirip dengan ponsel Android low-end yang banyak dipasarkan di Asia pada awal 2010-an, lengkap dengan antarmuka yang sangat disesuaikan.
5. Phurunhanal
Phurunhanal Electronics tidak hanya membuat ponsel, tetapi juga laptop, perangkat TV, dan proyektor. Seri Phurunhanal H1 yang dirilis pada 2018 merupakan salah satu model yang paling sering disebut di media lokal. Ponselnya cenderung memiliki desain polos dengan fitur yang sangat terbatas. Namun bagi peneliti teknologi, merek ini menarik karena menunjukkan bahwa beberapa perusahaan Korea Utara mencoba memperluas ekosistem perangkat keras mereka.
6. Samthaesong
Samthaesong sempat dipamerkan dalam ajang teknologi lokal sebelum pandemi. Setelah itu, merek ini kembali muncul dengan beberapa model baru. Meski informasinya terbatas, Samthaesong memperlihatkan keinginan pelaku usaha lokal untuk tetap eksis di pasar ponsel, meskipun ruang inovasinya sangat terbatas.
Untuk audiens khusus, Samthaesong adalah contoh bagaimana perusahaan kecil bertahan di sistem ekonomi yang sangat terpusat.
7. Chollyong
Chollyong adalah salah satu merek paling misterius dalam daftar ini. Beberapa foto perangkatnya sempat beredar di media lokal, namun hampir tidak ada informasi teknis yang jelas. Merek ini sering dianalisis bukan karena spesifikasinya, tetapi karena keberadaannya yang menggambarkan betapa tidak transparannya industri perangkat keras Korea Utara.
8. Kiltongmu
Kiltongmu berada di bawah Kwangja Trading dan memiliki karakter yang mirip dengan Chollyong: tidak banyak dokumentasi, tidak ada daftar spesifikasi, dan hanya sesekali muncul dalam publikasi lokal. Namun kehadirannya menunjukkan bahwa pasar ponsel Korea Utara tidak hanya dikuasai satu atau dua merek besar.
9. Sonamu
Sonamu memproduksi tidak hanya smartphone, tetapi juga smart TV, speaker, dan perangkat hiburan lainnya. Model Sonamu 382 sempat menjadi sorotan beberapa tahun terakhir. Bagi pengamat ekonomi digital Korea Utara, Sonamu menarik karena menunjukkan pola diversifikasi produk dalam pasar yang kecil namun sangat dikontrol.
10. Jindallae
Jindallae adalah salah satu merek yang paling produktif. Dalam satu tahun, perusahaan di baliknya bisa merilis belasan model smartphone dan feature phone sekaligus. Jindallae dikenal merilis perangkat beragam bentuk, mulai dari ponsel lipat hingga smartphone layar sentuh. Merek ini menunjukkan skala produksi yang lebih besar dibanding produsen lokal lainnya.
Penutup
Melihat daftar ini, ponsel Korea Utara bukanlah tentang persaingan performa atau kecanggihan, melainkan tentang bagaimana teknologi beradaptasi dalam sistem tertutup. Bagi audiens dengan minat khusus, memahami merek-merek ini memberikan gambaran unik tentang industri perangkat digital yang tumbuh di luar radar global, namun tetap memiliki dinamika internal yang menarik untuk diamati.
